Title : My Daughter
Author : Vi_Agsh
Genre : Romance, Family
Length : Chaptered
Main Cast : SHINee's Jonghyun, Choi Hye Soo (OC), Choi Sarang (OC)
Support Cast : All SHINee's Member & SM Town's Family
Title : My Daughter
Author : Vi_Agsh
Genre : Romance, Family
Length : Chaptered
Main Cast : SHINee's Jonghyun, Choi Hye Soo (OC), Choi Sarang (OC)
Support Cast : All SHINee's Member & SM Town's Family
Title : My Daughter
Author : Vi_Agsh
Genre : Romance, Family
Length : Chaptered
Main Cast : SHINee's Jonghyun, Choi Hye Soo (OC), Choi Sarang (OC)
Support Cast : All SHINee's Member & SM Town's Family
*
*
*
Datangnya hari Senin sungguh terasa lama sekali. Ketika semua orang membenci hari Senin, Jonghyun malah menunggu datangnya hari diawal minggu itu.
Semua lagu untuk album barunya sudah selesai direkam kemarin. Untunglah Jonghyun bisa melupakan masalah wanita untuk sementara hingga proses rekaman berjalan lancar.
Ketika pulang ke apartemen tentu saja dia teringat lagi. Bagaimana tidak, untuk sampai ke apartemen dia harus melewati sekolah dasar itu dulu barulah satu blok setelahnya dia bisa sampai ke gedung Star.
Entah ini bukan hari keberuntungannya atau bagaimana, Jonghyun terbangun pukul 10 siang. Sudah pasti tidak bisa melihat wanita itu yang pasti akan mengantar si gadis kecil. Sama seperti kemarin, siang ini dia harus pergi ke gedung SM. Pembicaraan untuk comeback SHINee kemarin belum selesai. Jonghyun harap siang nanti bisa bertemu mereka.
Sudah lewat tiga puluh menit dari jam dua belas, saatnya anak-anak pulang. Pemandangan di depan Star Building, sudah terlihat banyak anak kecil keluar dari area sekolah. Pergi menuju rumah mereka yang ada di sekitar sekolah ataupun menuju orang yang menjemput mereka.
Seorang anak kecil dengan rambut di kuncir dua berjalan pelan. Dia tahu jika jemputannya belum datang, itu sebabnya dia berjalan sangat santai. Choi Sarang memutuskan untuk menunggu kakaknya sambil duduk di halte.
Lima belas menit, Hye Soo belum juga datang. Sarang masih duduk di halte menunggu jemputannya. Dia tidak berani dan tidak pernah di ijinkan untuk menaiki angkutan umum atau taxi, itulah sebabnya dia masih menunggu hingga kini. Eomma bilang jika Hye Soo Eonni yang akan mengantar dan menjemputnya sekolah.
Matanya melihat kesana kemari. Tak lupa melihat kanan kiri jalan, memparhatikan Eonni-nya sudah datang atau belum. Tidak ada tanda-tanda mobil hitam Eonni-nya didekat sana. Dia menunduk melihat kaki-nya yang bergoyang kedepan-kebelakang.
Apa Hye Soo Eonni lupa menjemputnya? Kalau dia lupa, haruskah Sarang menunggu disini sampai malam?
“Annyeong.”
Sarang menoleh kearah sumber suara. Seorang paman kini duduk disampingnya dan menurut Sarang penampilannya mengerikan. Kacamata hitam dan syal melilit menutupi bagian yang tak mampu ditutupi benda yang orang itu pakai dimatanya. Bagaimana jika orang ini penculik atau berniat buruk padanya? Haruskah Sarang berlari sekarang?
Karena takut Sarang mencoba menggeser duduknya kearah lain. Dan Sarang berharap salam tadi untuk orang lain dan bukan untuknya, jika pun untuknya Sarang sama sekali tidak berniat membalas.
“Hei, aku bicara padamu.” Ucap paman ini lagi.
Ternyata benar. Salam tadi untuk Sarang. Dengan takut-takut gadis kecil ini berkata, “Ahjussi nuguseyeo?”
“Jangan takut, aku bukan orang jahat. Lihat…” pria ini menurunkan syal dan membuka kacamatanya. “Kau kenal aku? Atau pernah melihatku di tv?”
Ah ya, Sarang ingat dia pernah melihat paman ini beberapa kali di tv. Sarang pun tahu beberapa lagunya, “SHINee Ahjussi?” tanya Sarang dengan semangat pada sosok di depannya.
Jonghyun terkekeh kecil melihat reaksi Sarang. Bahkan anak kecil seperti yang didepannya ini masih mengenal SHINee. Dia pikir yang mengenal SHINee adalah orang yang sudah dewasa atau remaja saja. “Kau benar.”
“Ahjussi tinggal di sekitar sini?”
Jonghyun mengangguk setelah memakai kembali atribut penyamarannya. “Disana.” Menunjuk gedung Star. “Kau kenapa masih ada disini? Sepertinya bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak tadi.”
“Eonni belum datang menjemput. Mungkin dia lupa.” Cicit Sarang.
“Eonni yang menjemputmu? Memangnya ibumu kemana?”
“Eomma pergi keluar kota dan belum pulang.” Kata Sarang memberi informasi. Dia pikir tak apa jika memberitahu SHINee Ahjussi ini, karena selebriti tidak mungkin menculik anak kecil sepertinya.
Jonghyun mengangguk paham. “Ah ya, siapa namamu?”
“Sarang. Choi Sarang imnida.” Jawab si kecil dan membungkuk kecil kearah Jonghyun.
“Dan aku, Kim Jonghyun.” Jonghyun mengulurkan tangan untuk bersalaman dan disambut oleh tangan kecil Sarang.
Deg!
Ada apa ini? Kenapa sentuhan anak kecil ini membuat debaran aneh dijantungnya hingga Jonghyun terpekur begini? Seperti sentuhan ajaib yang bisa menghipnotis orang-orang. Tidak mungkin, ‘kan, dia menyukai anak kecil ini sebagai wanita? Itu benar-benar pemikiran gila.
Tapi memang bukan perasaan seperti pria pada wanita. Ini lebih seperti…
Ayah pada anaknya?
Jonghyun tidak terlalu yakin tapi memang itu yang dia rasakan. Kalau dihitung-hitung, jarak umur mereka memang cocok jika dijadikan sepasang ayah dan anak.
Apalagi, saat Jonghyun lihat dan perhatikan mereka tampak mirip. Seperti Jonghyun versi gadis kecil. Hanya mata mereka saja tampak sedikit berbeda. Mata anak ini membuat Jonghyun teringat pada Hye Soo.
Ayah dan anak? Membicarakan tentang anak, Jonghyun ingat belakangan ini ibunya beberapa kali membicarakan tentang cucu dari temannya. Jonghyun yakin itu semacam kode dari ibunya yang ingin segera menggendong cucu.
Awalnya dia kira kode itu di tujukan untuk kakaknya, Kim Sodam, mengingat Sodam lebih tua dan sudah sepantasnya untuk menikah lebih dulu. Namun tatapan ibunya malah mengarah pada Jonghyun yang artinya ibunya itu mengharapkan cucu pertama darinya.
Jikalau perbuatannya dan Hye Soo dulu menghasilkan sebuah nyawa, pasti saat ini anaknya sudah besar. Dan kalau tiba-tiba Jonghyun membawa seorang anak kecil ke hadapan ibunya dan mengaku jika itu anaknya, kira-kira bagaimana reaksi sang ibu? Apa beliau akan pingsan, atau malah menghajar Jonghyun tanpa ampun?
Bukannya takut, Jonghyun malah ingin tertawa membayangkan hal itu.
Setelah tertahan beberapa detik jabatan tangan mereka lepas. Jonghyun mencoba menormalkan raut wajahnya. Kemudian dia berbisik, “Jangan beritahu siapapun jika kau bertemu SHINee Ahjussi disini, oke?”
Sarang mengangguk.
“Ekhem…” mendadak tenggorokan Jonghyun terasa tidak enak ketika ingin membicarakan seseorang yang menjadi poin pertemuannya dengan Sarang. “Ahjussi pernah melihatmu kemarin di jemput oleh seorang wanita berambut panjang dengan memakai kacamata. Apa dia memang Eonni-mu?”
“Eoh. Dia Eonni-ku. Dia memang sering marah-marah tapi dia sayang padaku. Kemarin dia mengajakku makan siang berdua.” Tiba-tiba Sarang bercerita dengan senyum ceria di wajah menunjukkan betapa senangnya dia dengan ajakan makan siang dari kakaknya. “Kami makan ayam goreng kesukaanku dan aku dapat mainan juga, Ahjussi!”
Alis Jonghyun berkerut. Kenapa dia bisa sesenang ini hanya karena makan siang? Apa dia tidak pernah makan diluar? Atau kakaknya yang menjadi poin utama disini? Dahi Jonghyun berkerut dalam karenanya.
“Siapa nama kakakmu itu?”
“Hye Soo Eonni.”
Jonghyun tahu pasti, nama seperti itu di Korea Selatan ini tidak hanya dimiliki satu orang tapi, mungkinkah ada orang yang mirip dan bernama sama pula? Sepertinya itu tidak mungkin.
Ketika sedang sibuk dengan pemikirannya, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan mereka. Kaca mobil turun menampilkan seseorang yang ada di dalam. Lagi-lagi dengan kacamata coklat menutupi setengah bagian wajahnya.
Wanita itu membuka kacamata dan terlihatlah siapa yang ada dibaliknya. “Sarang-ah, cepat masuk.”
“Ahjussi, aku pulang ya.” Karena jalanan cukup sepi hari itu, Sarang dibiarkan berjalan sendiri menuju sisi bagian penumpang. Sebelum kaca mobil di sebelah sopir dinaikkan kembali, Sarang melambaikan tangannya pada Jonghyun.
Sampai kaca mobil tertutup sempurna dan mobil itu sudah melaju membelah jalanan kota, Jonghyun masih terpaku untuk kedua kalinya dalam beberapa menit belakangan. Bahkan lambaian dari teman barunya tidak dibalas oleh Jonghyun.
Wanita itu… walaupun wajahnya sedikit berubah karena bertambah dewasa tapi sama sekali tidak membuat Jonghyun pangling. Dia masih mengenali wanitanya. Suaranya juga masih seindah dulu. Wanitanya… Hye-nya.
Satu-satunya yang masih dia cintai sampai sekarang.
To be continued...
*
*
*
Title : Dangal (Kompetisi Gulat)
Released : 14 December 2016
Directed : Nitesh Tiwari
Produced : Aamir Khan, Kiran Rao, Siddarth Roy Kapoor
Distributed : Walt Disney Studios, Motion Pictures
Music : Pritam
Duration : 161 Minutes
Starring : Aamir Khan, Sakshi Tanwar, Fatima Sana Shaikh, Zaira Wasim, Sanya Malhotra, Suhani Bhatnagar, Aparshakti Khurana, Girish Kulkarni
Rating : 4,5/5*
Mahavir Singh Phogat (Aamir Khan) adalah seorang mantan pegulat amatir yang berasal dari Balali, sebuah desa di Haryana. Dia dipaksa oleh ayahnya untuk menyerah pada gulat dan diminta mencari pekerjaan yang menguntungkan. Sedih karena tidak bisa memberi medali emas untuk Negara, Mahavir Singh bersumpah anaknya akan mendapatkan medali itu. Sayang, sejak tahun 1988 dia mendapat empat anak perempuan maka Mahavir menyerah untuk berharap.
Namun suatu hari, dua anak perempuan Mahavir yaitu Geeta dan Babita pulang setelah memukuli dua anak laki-laki. Dari sana Mahavir menyadari jika anaknya mempunyai bakat untuk menjadi seorang pegulat dan mulai melatih Geeta dan Babita.
Anak yang baru menginjak usia remaja tentu mengalami kesulitan dalam menjalani latihan tapi tidak sanggup untuk menentang keinginan sang ayah dan menyuarakan pendapatnya. Sempat melawan ‘diktator’ Singh dengan cara licik, mulai dari memutar alarm hingga menyiram bola lampu hingga berkali-kali padam.
Awalnya menolak tapi sesuatu membuat Geeta dan Babita sadar jika sang ayah hanya memperjuangkan mimpinya. Jika mereka berakhir seperti gadis lain di desanya maka, mereka hanya akan mengurus dapur dan ranjang.
*
*
*
Rating 4,5/5 ? Apa sebagus itu?
Tentu saja!
Film ini terinspirasi dari kehidupan Geeta Phogat dan ayahnya. Yup, Dangal adalah film Biopic. Dengan adanya Aamir Khan film ini menjanjikan kisah yang ‘wah’ seperti film-film Aamir delapan belas tahun belakangan. Dan memang benar, Dangal adalah ‘film of the year’. Yah, walaupun sepertinya saya terlalu terlambat untuk membuat review film ini.
Disini kita bisa melihat akting yang apik dari para pemainnya. Mulai dari Aamir Khan serta anak-anaknya. Tidak mudah memerankan seorang pegulat yang sudah pasti dalam film akan ada adegan pertandingan gulat. Para pemeran pegulat sangat bekerja keras untuk ini terutama Zaira Wasim, si gadis remaja yang memerankan Geeta saat masih muda.
Dengan akting yang brilian, saya yakin Zaira Wasim dan Fatima Sana Shaikh pasti akan jadi mega bintang Bollywood di masa depan. Tentu jika mereka pintar memilih peran dan film seperti Aamir Khan. Yah, sejauh ini film Aamir tidak mengecewakan.
Saya sangat suka adegan dimana Geeta mengatakan teknik gulat dari ayahnya kurang tepat dan dia sudah diajari teknik yang benar oleh Coach bertaraf Iternasional. Mahavir marah, mengatakan teknik itu lemah dan dia bisa dibanting dengan mudah oleh lawan. Akhirnya ayah dan anak ini yang bertanding.
Adegan gulat ayah dan anak yang emosional degan ego masing-masing. Terutama Geeta yang merasa dia adalah atlet Internasional dan dialah yang benar. Lalu Geeta kembali ke sekolahnya tanpa minta restu dari Mahavir. Dengan suara Arijit Singh sebagai backsound sangat cocok dengan adegannya. Tidak salah dia jadi penyanyi top Bollywood masa kini.
Ketika Geeta berbaikan dengan ayahnya melalui telepon, saya tidak sanggup menahan airmata. Kalau kalian tidak sedih menonton adegan ini, saya tidak tahu hati kalian terbuat dari apa.
Yang selalu bikin menangis memang kisah tentang keluarga daripada kisah tentang laki-laki dan perempuan yang saling cinta.
Saya sarankan untuk kalian yang ingin menonton, siapkan tissue terutama di bagian akhir. Saat akhirnya Geeta berhasil mendapatkan medali emas untuk Negaranya dan mewujudkan mimpi ayahnya, setelah kekalahan berkali-kali di event Internasional dan konflik dengan Mahavir.
Ah ya, Jakarta dan Indonesia di sebutkan di film ini sebagai tempat di adakan event pertandingan gulat.
0,5 yang tersisa dari rating adalah, saya tidak bisa melihat badan kekar Aamir Khan lebih dari dua menit. Hahahaha, bercanda. Seandainya Coach yang culas dari NSA itu dapat ‘hukuman’ dan lagu yang memanjakan telinga ditambah, maka 5 adalah nilai yang pasti untuk film ini.
Jangan lupa lihat perubahan ‘fat to fit’ Aamir Khan untuk film ini di youtube. Satu-satunya aktor yang berani melakukan perubahan begitu besar di tubuhnya hanya untuk film. Respect for him!
NB: Bahasa baku karena saya terbawa cara menulis fanfiction.
Title : Rich Man (Also known as ‘Rich Man Poor Woman’)
Genre : Romance Comedy
Based on : Rich Man, Poor Woman by Naoko Adachi, Masami Nishiura and Ryo Tanaka
Written by : Hwang Jo-yoon, Park Jung-ye
Directeed : Min Doo-sik
Starring : Kim Jun-myeon (EXO’s Suho), Ha Yeon-soo, Oh Chang-suk, Kim Ye-won
No. of Episodes : 16 + 1 Special
Duration : 60 minutes
Distributor : MBN
Seorang pengusaha muda di bidang IT bernama Lee Yoo Chan (Kim Jun-myeon/Suho) dan seorang wanita yang sedang mencari kerja, Kim Bo Ra. Karena perusahaan tempatnya melamar untuk ke 30 kali tidak menerima, akhirnya Bo Ra punya kesempatan melamar di perusahaan Yoo Chan.
Yoo Chan yang nyentrik di kenal ke seluruh Korea karena kehebatannya mengembangkan perusahaan hanya dalam beberapa tahun. Namun sehebat-hebatnya seseorang pasti punya kelemahan. Yoo Chan tidak mampu mengingat wajah orang termasuk orang yang dia cintai di masa lalu yang secara kebebetulan adalah orang yang baru melamar di perusahaannya dan dia permalukan di depan banyak orang.
*
*
*
Based on 1st episode? Yes! Saya hanya menonton episode satu!
Kenapa saya nonton drama ini? Satu-satunya alasan adalah ‘Suho EXO’. Jangan pikir saya penggemarnya atau EXO-L. Well, saya ini Shawol dan Elf tapi, Karena pernah lihat dia di acara Exciting India itu sebabnya saya nonton.
Di menit-menit awal sudah menampilkan Suho bangun di kamar mewah dengan pemandangan yang bagus (kalau malam mungkin agak seram) dan CEO dari perusahaan Next-In. Saya belum bisa menganalisis karakternya. Dia terlalu menyebalkan untuk jadi CEO yang baik dan menyenangkan dan terlalu slenge’an kalau dijadikan CEO cool ala Wattpad. Tapi memang dia menyebalkan.
Well, mungkin tidak adil rasanya saya memberikan review seperti ini hanya berdasarkan episode pertama. Tapi kalau bukan dari kesan saat menonton episode satu bagaimana kita bisa melanjutkan menonton episode selanjutnya.
Dari berita yang saya baca di salah satu akun di Instagram, banyak yang mengkritik akting Suho di drama ini. Mereka bilang aktingnya ‘lebay’. Yah, kurang lebih saya setuju dengan mereka. terutama saat Yoo Chan memecat karyawannya dengan kejam di hadapan semua karyawan lain.
Jika di drama Revolutionary Love ada karakter Siwon yang kocak sebagai ‘penyelamat’dari jalan cerita yang tidak jelas, maka entah apa atau siapa yang bisa di jadikan penyelamat untuk drama Rich Man Poor Woman ini.
Mungkin niatnya si heroine lah yang akan di jadikan penyelamat. Wanita yang mempunyai bakat menghapal dan mengingat. Tapi adegan saat dia menyebutkan data dari Yoo Chan dan perusahaannya membuat saya jengkel. Dia bicara cepat sekali, bahkan kereta api Putri Deli rute Medan-Tanjung Balai kalah cepat. Tidak natural. Entah apa yang di pikirkan sutradara sampai meloloskan adegan ini.
Saat scene penerimaan karyawan di menit-menit akhir, ucapan dari Lee Yoo Chan dan karakter Kim Bo Ra membuat saya ingat dengan Rancho dan Chatur di film 3 Idiots.
Seseorang yang menyuruh temannya bekerja sesuai dengan apa yang mereka suka hingga bekerja terasa seperti bermain, menyindir orang yang belajar dengan menghapal apa yang ada di buku teks (ingat adegan Chatur pidato dengan menghapal?) ; Rancho.
“Yang kalian lakukan hanyalah menghapal jawaban yang tertulis di buku teks.” Dan “Dia tidak tahu apa yang dia suka dan mengapa menyukainya.” – Yoo Chan.
Kalian lihat koneksinya? Kalau kalian menonton film 3 Idiots pasti berpikir sama seperti saya.
Yoo Chan, Rancho versi CEO tinggi hati dan menyebalkan. Kalau saya tentu lebih memilih Rancho atau Phunsukh Wangdu seorang penemu yang punya 100 hak paten atas namanya daripada CEO Next-In yang songong. Hahahaha, oke no offense.
Intinya, episode satu tidak membuat saya penasaran untuk melanjutkan ke episode dua.
Title : My Daughter
Author : Vi_Agsh
Genre : Romance, Family
Length : Chaptered
Main Cast : SHINee's Jonghyun, Choi Hye Soo (OC), Choi Sarang (OC)
Support Cast : All SHINee's Member & SM Town's Family
*
*
*
“Yeoboseo?”
“Jonghyun-ah, sebentar lagi jemputanmu sampai. Tunggulah didepan gedung apartemenmu.” Balas seseorang diujung telepon tanpa membalas salam.
“Ne.”
Hari ini adalah jadwal Jonghyun rekaman lagu untuk album solonya yang terbaru. Seminggu kemudian pengambilan gambar untuk music video. Dalam beberapa bulan kedepan SHINee juga akan comeback, itu artinya Jonghyun harus kembali ke dorm dan meninggalkan sementara apartemennya di gedung Star ini.
“Silahkan, tuan. Terima kasih atas kunjungannya.” Jonghyun mengambil kopi pesanannya. Café ini berlokasi didekat gedung Star. Setahu Jonghyun, tempat ini sering digunakan untuk syuting drama. Itu sebabnya semakin banyak saja orang yang berkunjung ke café ini. Bahkan tak jarang orang luar Korea datang kemari.
Belum ada tanda-tanda van putih yang biasa menjemputnya datang. Dengan headset terpasang ditelinga, topi dan kacamata hitam Jonghyun menunggu di pinggir jalan. Tepat didepannya ada sebuah Sekolah Dasar. Beberapa kali melalui balkon Jonghyun melihat kearah sekolah ini.
Dia sering berpikir jika nanti punya anak dan masih tinggal di gedung apartemennya yang sekarang maka dia akan menyekolahkan anaknya di sekolah ini. Jonghyun juga akan mengantar anaknya setiap hari.
Bukan sekolah kaum elit kelas atas. Hanya sekolah biasa yang terdapat dikawasan elit. Jonghyun melihat jam ditangannya. Biasanya, sekitar lima menit lagi bel akan berbunyi dan anak-anak pun berhamburan keluar.
Tiba-tiba sebuah mobil berwarna hitam berhenti tepat di depan gerbang sekolah. Seorang wanita berambut hitam panjang keluar dari mobil itu, bersandar pada mobilnya membelakangi Jonghyun.
Wanita itu terasa familiar. Dari postur tubuhnya, Jonghyun seperti pernah melihat dia. Tapi dimana, Jonghyun lupa. Pria dengan tindik ditelinga ini terus memperhatikan sambil mengingat. Ah sial! Dia tidak punya ide. Biasanya dia tidak pelupa begini pada orang yang pernah dilihatnya, tapi kenapa sekarang dia seperti orang tua?
Bunyi bel dari sekolah itu terdengar sampai ditempat Jonghyun berdiri. Samar-samar Jonghyun melihat seorang anak kecil mendekat kearah wanita itu. Dari gestur tubuhnya wanita itu membuka kacamata dan menyambut si anak kecil. Wanita itu berbalik…
Deg!
Benarkah apa yang Jonghyun lihat ini? Si wanita berambut panjang itu adalah Hye Soo? Hye-nya.
Jonghyun sedikit tidak yakin. Penglihatannya sedikit kurang baik walaupun sudah dibantu dengan lensa kontak, tetap saja dia tidak bisa melihat dari jarak yang agak jauh. Wanita itu memutari mobilnya guna menuntun si anak kecil dengan tas Doraemon itu masuk. Walaupun jarak mereka sudah lebih dekat sekitar satu meter, tetap saja Jonghyun tidak bisa melihat secara detail.
Ingin rasanya menghampiri, sialnya lalu lintas sedang ramai siang itu. Apa karena menjelang weekend, semua orang tampak sibuk? Entahlah, dia tidak sempat untuk memikirkan hal tidak penting begitu, tapi yang pasti besok Jonghyun akan memastikan apa yang dia lihat ini.
Ketika mobil hitam itu pergi, van putih dari perusahaan jemputan Jonghyun pun menepi, siap membawanya ke gedung mewah yang jadi tempatnya bernaung selama kurang lebih sepuluh tahun ini.
*
*
*
Untuk kesekian kali Jonghyun harus mengulang rekamannya. Ada saja yang salah hari ini. dia tidak bisa konsentrasi. Mulai dari nada yang terlalu rendah atau tinggi, tidak bisa mencapai high note-nya, salah lirik, dan lainnya.
“Ada apa denganmu, Hyung?” Taemin bertanya dengan nada heran pada Jonghyun yang baru saja duduk di sebelahnya. Tidak biasanya Jonghyun seperti ini.
“Kau salah terus sejak tadi.” Timpal Minho. Kini mereka sedang istirahat. Tepatnya hanya Jonghyun yang istirahat karena sejak tadi Taemin dan Minho belum mendapat giliran bernyanyi. Di album terbaru nanti ada sebuah lagu yang dinyanyikan bersama Taemin dan satu lagu lagi Minho bergabung pada bagian rapp-nya.
“Entahlah. Tidak tahu kenapa aku tidak bisa konsentrasi.”
Jonghyun menengadahkan kepala menatap langit-langit. “Ingin bercerita?” Minho memegang pundaknya. Jonghyun hanya menggeleng lemah.
“Belum saatnya.” Ujar Jonghyun pelan. “Kurasa, hari ini sampai disini saja. Aku ingin pulang.”
“Hyung, kita belum makan malam dan ini sudah hampir larut. Kita makan dulu.” Taemin menempelkan ponsel ditelinga, hendak menelepon restoran dan memesan makanan.
“Kau ingin memesan, ‘kan?” Tanya Minho dan dibalas anggukan Taemin. “Suruh antar ke rumahmu saja. Kita bertiga makan disana.”
“Tidak, aku tidak berselera. Aku ingin pulang saja.” Tidak bisa dipungkiri, yang menyebabkan Jonghyun jadi seperti ini adalah si wanita berambut panjang tadi. Yang mempu membuat Jonghyun menggali lagi memorinya tentang masa lalu.
Wanita yang sudah lama menghilang dan hari ini mereka bertemu. Ah tidak, mereka tidak bertemu, hanya Jonghyun yang melihatnya. Dengan tiba-tiba wanita itu muncul yang lantas membuat Jonghyun begitu terkejut. Tidak menyangka bisa melihatnya lagi setelah bertahun-tahun.
“Kenapa ingin pulang? Lagipula kau sendirian di apartemenmu, ‘kan? kita bisa menginap dirumah Taemin.”
“Ya, benar. Eomma dan Appa sedang keluar kota.” Taemin menimpali setelah selesai dengan urusan order makanan.
“Ada seorang anak kecil yang ingin kutemui, dia bersekolah di sekolah yang ada didepan gedung Star.”
“Huh? Untuk apa kau menemui anak kecil begitu, Hyung?” Minho mengangkat sebelah alisnya.
Jonghyun hanya menggeleng, “Akan sangat panjang jika dijelaskan.”
Minho menghela napasnya, “Baiklah, aku mengerti kau belum mau berbagi. Tapi Hyung, jika kau ada masalah, ada kami yang bisa kau jadikan tempat bercerita. Kami keluargamu.”
Taemin mengangguk, “Lagipula besok hari Minggu Hyung, sekolahan tutup.”
Aish! Jonghyun mengumpat dalam hati, saking kacaunya Jonghyun bahkan tidak ingat jika besok hari Minggu. Padahal dia sendiri yang meminta untuk rekaman di hari Sabtu.
*
*
*
Rumah Taemin memang tidak jauh dari gedung perusahaan mereka. Itulah sebabnya jika bekerja sampai larut begini, mereka sering menginap agar bisa langsung kembali bekerja esok harinya.
Benar saja, Jonghyun tidak bisa tidur nyenyak malam ini. Memikirkan Hye Soo yang setelah sekian lama menghilang dari hidupnya. Dan siapa anak kecil yang tadi di jemputnya? Seingat Jonghyun Hye Soo tidak punya adik, apalagi seusia anak kecil itu. Lalu siapa anak itu? Anak dari sepupunya? Tidak mungkin. Semua sepupu Hye Soo ada diluar kota dan luar negeri.
Ah sial! Jonghyun benar-benar tidak bisa tidur malam ini karena wanita itu.
Mengingat masa lalu, dia dan Hye Soo sudah berpacaran sejak awal masuk Senior High School. Jonghyun pun menjadi trainee di SM Entertainment dan itu tidak membuat mereka lost contact, walaupun mereka hanya bisa bicara atau bertemu beberapa kali.
Ketika Jonghyun debut bersama SHINee, Hye Soo ada diantara penonton. Mereka masih saling berhubungan saat itu. Terakhir mereke bertemu adalah ketika SHINee sedang promosi lagu Lucifer. Menghabiskan malam berdua disebuah motel membuat Jonghyun harus bangun pagi-pagi sekali untuk kembali ke dorm dan menjalankan jadwal bersama SHINee dipagi hari.
Jonghyun tahu dia harus segera tidur karena besok masih ada beberapa lagu lagi yang harus direkam. Serta meeting untuk comeback SHINee. Merapatkan selimut dan mencoba untuk tidur, mengenyahkan sejenak segala penat dan pikiran karena sejatinya kasur adalah tempat untuk bersantai dan istirahat.
To be continued...
*
*
*
Title : Already Gone
Author : Vi_Agsh
Length : Chaptered
Genre : Romance
Cast : Bigbang's G-Dragon & 2NE1's CL
*
*
*
6 Years later
Normal POV
Jiyong mengambil sebotol jus dan memasukkannya kedalam troli yang sudah setengah jam didorongnya. Dia sudah seperti seorang ahjumma yang sedang belanja bulanan sekarang. Kali ini dia harus melakukan ini sendiri.
Biasanya dia akan berbelanja bersama kekasihnya Kiko –dan itu membuat mereka seperti suami istri– tapi karna Kiko sedang pergi ke Jepang maka dia sendirilah yang harus berbelanja. Karna semua kebutuhan rumahnya sudah habis dia terpaksa melakukan ini, tidak bisa menunggu Kiko pulang.
Bugh!
Seseorang menabrak Jiyong dengan keras dan itu membuat bahunya sakit. “Ya! berhati-hatilah sedikit kalau berjalan!” Jiyong berteriak pada orang yang menabraknya tadi. Orang itu bersama temannya dan mereka terlihat sedang buru-buru.
“Oh maafkan aku tuan. Aku sedang buru-buru.” Orang itu berbalik meminta maaf sambil membungkuk setelah mendengar teriakan Jiyong. Tidak sopan sekali, jika Jiyong tidak berteriak tadi pasti dia tidak akan minta maaf.
“Ne, tolong maafkan adikku.” Orang yang mengaku sebagai kakaknya ikut membungkuk meminta maaf pada Jiyong. “Jiyong Hyung? Ini kau?” orang itu menyebutkan nama Jiyong. Mereka saling kenal? Jiyong memperhatikan wajah mereka berdua dan ternyata wajahnya sama. Mungkin mereka anak kembar.
“Kau tidak ingat dengan kami?” yang lebih tinggi ikut menimpali perkataan kembarannya. “Ah ternyata kau benar-benar lupa. Ini kami, Kwon Yong Deuk dan Kwon Yong Don. Kita dari panti asuhan yang sama, ingat?” Ah! Dia ingat sekarang. Mereka si kembar yang dulu satu panti asuhan dengannya.
“Ah ternyata kalian. Wah kalian benar-benar berubah sekarang ya. Lihatlah, dari mana kalian mendapatkan otot-otot ini? hahaha” Jiyong ingat jika dulu anak-anak ini sangat kurus karna mereka susah jika disuruh makan dan hanya ingin bermain.
“Hahaha kau bisa saja Hyung.” Entah siapa yang berbicara Jiyong juga tidak tahu. Dari dulu dia memang tidak bisa membedakan mereka.
“Hyung, kau benar-benar tidak berubah. Lihatlah wajahmu masih sama seperti dulu. Karna itulah aku bisa mengenalimu.” Kali ini yang lebih pendek yang berbicara.
“Hahaha yah begitulah.”
“Oh ya Hyung, kami sedang buru-buru. Agency kami akan mengadakan konser dua hari lagi. kuharap kau bisa datang untuk melihat kami.” Yang lebih tinggi memberikan Jiyong selembar tiket. “Datang dan semangatilah kami, Hyung.” Sambungnya.
“Kami harus pergi. Jangan lupa datang ya, Hyung. Annyeong.” Mereka melambaikan tangan lalu pergi. Mereka pasti harus latihan karna lusa adalah hari besar mereka.
Jiyong mengamati tiket yang diberikan padanya. Tiket VIP berwarna gold dan bertuliskan YG Family Power Tour 2014. Dia pernah dengar agensi ini merupakan agensi besar. Anak-anak itu sudah menjadi idol sukses ternyata. Dia harus datang ke konser ini. Jiyong menyimpan tiket itu dikantong coatnya dan melanjutkan acara belanjanya.
*
*
*
Jiyong memarkirkan mobilnya di basement vanue tempat agensi Kwon Twins digelar. Sudah banyak sekali orang disana dan didominasi oleh remaja putri. Dia keluar dari basement dan segera menuju pintu masuk vanue. Disana benar-benar ramai oleh remaja putri. Mereka ada yang memakai baju bertuliskan Winner dan Bigbang, ada juga yang memakai bando dengan huruf C dan L diatasnya. Ada pula yang bertuliskan Bom, Thunder, dan TOP.
Apa itu nama artis-artis yang akan tampil nanti? Tapi kenapa tidak ada yang memakai sesuatu yang bertuliskan Kwon Don atau Kwon Deuk? Mereka juga pasti tampil ‘kan? Jiyong memang tidak terlalu tentang artis-artis dinegaranya ini, dia malas dan tidak sempat untuk menonton tv.
“Hey, Hyung!” seseorang menepuk pundak Jiyong. “Kau sudah sampai ternyata. Sebentar lagi pintu vanue akan dibuka.”
“Kau kenapa masih ada disini? Sebentar lagi konsernya akan dimulai ‘kan?” dia tidak begitu yakin yang ada didepannya ini Yong Don atau Yong Deuk.
“Ah hehehe, aku mencarimu, Hyung,” dia menggaruk kepalanya walaupun tidak gatal. “Ini.” anak itu memberikan Jiyong ID card crew.
“Aku tau kau tidak terlalu suka dengan acara seperti ini. Jadi jika kau bosan kau bisa kebelakang panggung dan menemuiku atau Don.”
Jiyong hanya mengangguk mendengarnya. Memang dia pasti akan bosan menonton acara seperti itu. “Deuk-ah, kau kan artis tapi kenapa bisa keluar sebebas ini? Anak-anak itu pasti akan mengejar-ngejarmu nanti.” Kini Jiyong yakin yang didepannya ini Kwon Yong Deuk.
“Sebenarnya aku dan Don hanya dancer, Hyung.”
“Yah walaupun kami dancer tapi kami punya fanbase sendiri,” Deuk tersenyum bangga. Oh begitu ternyata, dia dancer makanya anak-anak itu tidak ada yang memakai attribute dengan nama mereka.
“Baiklah, nanti aku akan kebelakang panggung untuk menemui kalian,” Jiyong tersenyum.
“Jika kau mau, aku bisa memperkenalkanmu dengan artis-artis agensi kami. Seperti CL, Dara nuna atau Bom nuna. Mereka cantik dan sexy loh, Hyung. Dan juga mereka masih single.” Jiyong terkekeh geli mendengar tawaran Deuk yang menurutnya aneh. Mana mungkin dia bisa berhubungan dengan artis seperti itu.
“Ya! jangan tertawa, Hyung! Aku serius. Nanti kau akan kuperkenalkan dengan mereka.” Teriaknya protes.
“Hahaha tidak usah, Deuk-ah. Aku sudah punya kekasih. Jika nanti mereka tergila-gila padaku, aku akan repot.” Ujarnya sangat percaya diri. Wajar saja jika namja ini percaya diri, wajahnya memang tampan tidak kalah dengan aktor yang sering muncul di tv. Beberapa wanita yang lewatpun menatap wajahnya dengan kagum.
“Kau sudah punya pacar hyung? Kau membawanya hari ini? ayo kenalkan dia padaku.” Deuk melihat sekeliling berusaha menemukan sosok yang disebutkan Jiyong sebagai kekasihnya.
“Tidak. Dia sedang mengurus perusahaannya di Jepang dan baru kembali besok pagi. Nanti kalian akan kukenalkan,”
“Ah kalau begitu jangan lupa ya. Hyung, sebentar lagi konser dimulai dan aku akan perform bersama 2NE1. Perhatikan aku ya, Hyung. Aku masuk dulu.” Deuk buru-buru pergi menuju belakang panggung karna sadar dia sudah terlalu lama berbicara dengan Jiyong disini dan tidak sadar konser akan dimulai sebentar lagi.
*
*
*
Jiyong POV
Aku duduk dideretan bangku penonton bertuliskan VIP yang pasti harganya mahal untuk ukuran pelajar. Orang-orang yang datang kekonser ini didominasi oleh remaja yang aku yakin mereka masih sekolah. Bagaimana mereka mendapatkan uang untuk menonton konser sebesar ini? Jika aku jadi orang tua mereka aku tidak akan memberikan anakku uang untuk hal yang tidak penting seperti ini.
Dideretan bangku VIP ini juga ada beberapa pria dan wanita berumur. Mereka juga fans orang-orang di YG? Yang benar saja! Mataku menangkap sosok anak kecil yang kuperkirakan berumur 4 atau 5 tahun. Aku memperhatikannya bukan karna dia datang menonton konser ini, tapi karna jika diperhatikan wajahnya mirip denganku.
Dia menunduk dan bermain dengan gadgetnya. Ah! Aku jadi teringat dengan anakku dan Chaerin. Apa dia masih hidup? Jika dia masih hidup pasti sudah seperti anak itu sekarang. Aku juga penasaran dengan wajahnya. Apa dia mirip denganku atau mirip dengan Chaerin?
Jika seperti ini aku jadi teringat dengan Chaerin. Chae-ah, kapan kau kembali? Aku sangat merindukanmu. Ini sudah enam tahun sejak kau pergi tapi sampai saat ini aku tidak mendengar sedikitpun kabar darimu. Kumohon pulanglah, Sayang.
Semakin aku memikirkan Chaerin, semakin aku merindukannya.
Heish! Aku benar-benar bosan! Kapan konser ini akan dimulai? Dari tadi hanya memutar lagu aneh dengan lirik fastastic baby dan bomshakalaka. Ini sudah lewat 30 menit dari waktu yang ditentukan. Mereka membuang-buang waktuku saja. Apa mereka tau berapa kerugianku jika membuang-buang waktu seperti ini? Lagu yang dari tadi diputar benar-benar berisik. Sungguh sangat tidak enak didengar. Apa mereka tidak punya lagu lain?
Tiba-tiba musik berhenti. Semua anak-anak yang menonton mulai berteriak sambil mengayunkan tongkat bersinar mirip senter berwarna kuning. Untuk apa mereka membawa senter seperti itu kesini?
Aku tidak tau siapa yang akan tampil. Aku hanya akan memperhatikan Don dan Deuk karna untuk merekalah aku datang kesini. Aku hanya mengenal mereka. Terlalu sibuk dan malas menonton tv, itulah sebabnya aku tidak mengenal artis-artis itu.
Aku juga tidak suka menonton infotainment yang selalu sibuk mengurusi hidup dan urusan artis-artis diluar sana. Untuk apa mengurusi hidup mereka sedang hidupku saja sudah rumit?
‘Tonight, we are come together for around this world and experience. It’s been a long time coming. And now we are here. We are YG Family…
Bigbang’(*
Mereka mulai memperkenalkan artis mereka. Bigbang? Itu kan teori terbentuknya bumi. Nama yang aneh sekali.
‘2NE1’
Ada juga nama artis dengan perpaduan angka dan huruf. 2NE1? Apa artinya itu? Kenapa aneh sekali?
‘Epik High’
‘Lee Hi’
‘Winner’
Winner, hanya itu satu-satunya nama yang lumayan normal diantara mereka. Hanya 5 artis? Apa bisa disebut agensi jika anak didiknya hanya lima orang? Ruangan ini kembali gelap lalu muncul tulisan 2NE1 dilayar besar didepan sana. Ah itu nama aneh tadi. Ada beberapa gambar wanita muncul. Ternyata itu nama sebuah grup wanita dan wajahnya yang bisa kuingat hanya wajah wanita kurus berambut pirang.
“Welcome to the YG family show. We 2NE1, and tonight we start the show. Are you ready?!” dia berteriak dengan lantang. Aish! Berisik sekali wanita ini. Tapi tunggu, sepertinya aku mengenal suara ini. Seperti suara… Chaerin!
Mereka belum terlihat dipanggung, di layar didepan sanapun belum ada gambar mereka. Suara seorang wanita mulai menyanyi. Suaranya juga tidak terlalu bagus tapi memang mirip seperti suara Chaerin.
Nan modeun yeojadeurui tteugeoun crush
Neoui simjangeul ttwige haneun rush
Yeppeun eonnideureun nal johahae
Nal johahamyeon yeppeojinikka muah!
Aku menajamkan pandanganku melihat ke layar yang menampilkan sosok mereka. Wanita itu… wanita itu memang mirip seperti Chaerin-ku. Berambut pirang dan dengan lipstick merah. Suaranya juga mirip.
Itu Chaerin! Aku benar-benar yakin jika itu Chaerin. Bagaimana bisa dia ada disini? Di konser ini? Dia menjadi seorang artis sekarang? Jadi selama 6 tahun dia menghilang, ternyata dia menjadi seorang trainee diagensi ini dan berhasil debut menjadi artis.
Kenapa kau tidak jujur saja padaku, Sayang? Jika kau mengatakannya padaku, aku pasti akan mengijinkanmu pergi menjadi trainee. Kau tidak perlu kabur seperti itu.
Tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya di tv? Ah dasar Jiyong bodoh! Kau kan tidak pernah menonton tv dan hanya sibuk mengurusi perusahaanmu! Jika aku sering menonton tv dan peduli pada keadaan disekitarku, aku pasti akan cepat menemukannya.
Dia dan grupnya menari dan menyanyi didepan sana. Chaerin benar-benar sangat cantik dan sexy. Bukannya dulu dia tidak cantik. Dari dulu sampai sekarang dia tetap cantik. Tapi sekarang berbeda, dia cantik dan berkharisma.
Kharismanya diatas panggung benar-benar menghipnotisku dan itu yang membuatnya berbeda dari teman-teman digrupnya. Dia tampak sangat menonjol diantara mereka.
Mereka mulai bergerak kepanggung didepan membuatku bisa lebih jelas melihat wajah Chaerin-ku. Dia bisa menyanyi sambil menari seperti itu. Chaerin-ku benar-benar hebat! Dengan aksinya dia bisa menghidupkan panggung dan membuat bersemangat, aku bisa merasakan itu.
Aku meraba dadaku yang berdebar melihatnya pertama kali sejak dia pergi dari hidupku. Benar-benar tak disangka aku bisa menemukannya disini. Aku berterima kasih pada Kwon Twins, jika bukan karna undangan dari mereka tidak mungkin aku akan menemukan wanita yang sangat kucintai disini.
Kwon Twins. Ah! Mereka memintaku datang kesini untuk melihat mereka tampil sebagai dancer 2NE1. Dimana mereka? Aku mengedarkan pandanganku kearah panggung mencari sosok mereka berdua. Nah itu mereka! Don ada didekat Chaerin dan Deuk didekat wanita cantik berkaki jenjang.
Tanganku menyentuh sesuatu yang tergantung dileherku. ID card crew! Aku bisa kebelakang panggung dengan ini! chaerin-ah, aku bisa menemuimu sekarang juga. Tunggulah aku Sayang, aku akan kesana dan memelukmu. Kau pasti sangat merindukanku juga kan, Chaerin?
Mereka sudah menyanyi 3 lagu sambil menari dan sekarang menyanyikan lagu keempat. Apa mereka tidak lelah dari tadi tidak berhenti bernyanyi sambil menari seperti itu? Lagu ini menyenangkan menurutku, menceritakan wanita yang benar-benar mencintai seorang pria kurasa. Seperti lagu tadi, Chaerin-lah yang mulai menyanyi.
Saeroun mannameun silheo waenji mollado
Yeojeonhi nega manhi miwo ajikdo
Unmyeong gatdeon mannami
Ijen nimeseo nami
Doeeo tteonagasseo ajikdo maemdoneun neoui hyanggi
Yak! Apa-apaan itu?! Dia mendekat kearah dancer pria dan anak itu hampir memeluk Chaerin! Wanita itu juga terlihat menikmatinya. Kuperhatikan pria itu, ternyata dancer itu Don. Yak! Don! Berani-beraninya kau hampir memeluk Chaerin-ku seperti itu. Awas saja nanti kau dibelakang panggung!
Chaerin dan grupnya sudah selesai bernyanyi dan digantikan sekumpulan pria. Pasti mereka sudah kebelakang panggung. Aku akan kesana sekarang. Untung saja Deuk memberiku ID card ini. “Maaf tuan, anda mau kemana?” Seorang penjaga menahanku dipagar pembatas.
“Aku keluarganya Chaerin. Aku ingin menemuinya.” Ujarku sambil menunjukkan ID card milikku.
“Chaerin? Maksudmu CL?” Tanya-nya. CL? Siapa itu?
“Ah, ne. Aku mau menemui dia.” Aku tak tau apa maksud orang ini. Mungkin CL salah satu artis agensi ini. Aku berkata iya hanya agar aku bisa masuk.
“Silahkan, tuan.” Dia membukakan pagar pembatas itu untukku.
“Kamsahamnida.”
Aku mengikuti arah orang-orang itu yang keluar masuk kesuatu ruangan. Mungkin disanalah ruang tunggunya. Sampai disebuah lorong yang ramai orang berlalu-lalang, ada beberapa ruangan dikanan-kiri. Dipintunya tergantung papan nama seperti ‘Epik High’, ‘Winner’, dan ‘Lee Hi’, aku yakin ini pasti ruang ganti mereka. Aku berjalan mencari ruangan dengan tulisan ‘2NE1’ disana.
Akhirnya aku menemukan sebuah ruangan dengan tulisan 2NE1 didepan pintunya. Ini dia. Ini ruangan Chaerin dan grupnya. Bagaimana reaksinya nanti saat melihatku? Apa dia akan sama bahagianya sepertiku? Apa dia akan memelukku nanti? Jantungku berdebar dengan kencang. Hanya tinggal selangkah lagi. Setelah sekian lama aku mencarinya dan akhirnya aku menemukannya.
Tak perlu mengetuk pintu, aku langsung memutar knop pintu ini dan mendorong daun pintunya. “Eunji-ya, aku ingin rambutku dibuat bergelombang dibagian bawahnya.” Itu suara Chaerin! Benar dia ada didalam sini. Aku melangkah pelan mencari sosok Chaerin disana.
“Chaerin-ah…”
To be continued...
*
*
*
(* Maaf kalau narasi pembuka di YG FamCon ini salah. Bagi yang tau, boleh sharing disini. Sharing is caring.
Title: You've Hurt Me
Genre: Romance, Family
Length: Chaptered
Cast: 2NE1's CL, Bigbang's G-Dragon, Super Junior's Donghae
Support Cast: 2NE1's Dara, Bigbang's Taeyang
*
*
*
Chaerin POV
Aku merebahkan tubuhku di atas sofa di ruang tamu rumahku. Aku baru saja pulang sehabis bertemu Kim Young Woon. Dia adalah seorang detektif yang akan menyelidiki apa yang dilakukan Jiyong Oppa dibelakangku. Apa keputusan yang kuambil ini benar dengan ‘menguntit’ kegiatan suamiku sendiri? Aku hanya curiga pada suamiku yang selalu saja pergi dengan alasan pekerjaan. Apa itu semua benar?
“Hhh~” aku menghela napas panjang. Semoga saja hasilnya seperti yang kuarapkan, suami-ku tidak punya wanita lain diluar sana. Jika benar dia punya perempuan lain, entah apa yang akan kulakukan padanya, yang pasti aku kan sangat membencinya dan tidak akan pernah memaafkan dia.
“Chagiya~” suara khas Jiyong Oppa terdengar di seluruh rumah. Ah ternyata dia sudah pulang. Aku selalu rindu dengan suara nya itu, nada manjanya saat memanggilku, senyumnya, tawanya, dan semua yang ada pada dirinya. Bagaimana bisa aku sangat mencintai namja seperti dia? Memangnya apa kelebihannya? Apa yang membuatnya begitu menarik hingga bisa membuatku jatuh cinta?
Normal POV
“Chagiya~” suara Jiyong menggema keseluruh rumah. Chaerin yang sibuk dengan fikirannya sendiri tidak sadar jika sekarang Jiyong sudah ada dihadapannya.
“Sayang, kau kenapa, hm? Kenapa tidak menjawab panggilanku?” tanya Jiyong yang sedang berdiri di depan Chaerin. Jiyong menatap Chaerin heran, istrinya itu duduk disofa dengan pandangan kosong seperti orang yang sedang kerasukan.
“Chagiya, hey kau kenapa sayang?” Jiyong mengusap lembut pipi Chaerin berusaha menyadarkan kembali istrinya itu dari lamunannya.
“huh?” jawab Chaerin tersentak kemudian tersadar dari lamunannya. “Oppa kau sudah pulang?” Ujar Chaerin pada Jiyong.
“Hmm… Aku sudah pulang. Kau kenapa? Kau seperti orang kerasukan tadi” Jiyong balik bertanya pada Chaerin.
“Emh, aku tidak apa-apa, aku hanya terlalu sibuk memikirkan sesuatu sampai aku tidak sadar jika kau sudah ada didepanku.”
“Kau memikirkan apa, hm?” kini Jiyong sudah duduk disamping Chaerin, tangannya melingkar dibahu Chaerin dan dia meletakkan dagunya di bahu Chaerin.
“Anniya, bukan sesuatu yang penting.” Balas Chaerin.
“Apa kau yakin?” tanya Jiyong lagi.
“Hm, yakin. Sangat yakin. Oppa, pergi mandilah, kau bau.” Ujar Chaerin dengan nada bercanda.
“Bau? Benarkah?” Bukannya pergi kekamar mandi, Jiyong malah semakin mengeratkan pelukannya ditubuh Chaerin.
“Eoh... kau bau Oppa. Mandilah sana.” Ujar Chaerin dengan nada memerintah.
“Aku akan mandi jika istriku ini ikut mandi bersamaku.” Goda Jiyong pada Chaerin.
“Mwo? Ya! Dasar pervert!” Chaerin mencubit pinggang Jiyong cukup kuat hingga Jiyong berteriak karna kesakitan.
“Rasakan itu!” Chaerin tersenyum evil lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
“Ya! Sayang, kau tega sekali pada suamimu.” Jiyong pun mengikuti Chaerin dan masuk kekamar mereka.
*
*
*
-1 Month later-
Chaerin memencet remote dengan sedikit kasar, menukar dari chanel yang satu ke chanel yang lain. Aish kenapa acara tv tidak ada yang bagus? Apa tv ini mengikuti suasana hatiku? Pikirnya.
“Chagiya, sedang apa, hm?” Jiyong menghampiri Chaerin dan duduk disebelahnya.
“Sedang nonton tv, tapi tidak ada acara yang bagus. Pekerjaanmu sudah selesai?” Karna pekerjaan yang menumpuk Jiyong terpaksa menyelesaikan pekerjaannya dirumah, padahal sebenarnya dia ingin bersantai dengan istrinya sesampainya dirumah. Namun karna seringnya Jiyong mengambil cuti jadilah pekerjaannya menumpuk sekarang.
“Sudah, Sayang.” Jiyong merebahkan badannya, menaruh kepalanya dipaha Chaerin dan berbaring menghadap perut Chaerin. Chaerin pun mengelus rambut Jiyong dengan lembut. Jiyong mencium perut Chaerin cukup lama seperti ingin memberi tahukan pada nyawa didalam sana betapa Jiyong mencintai dan menyayanginya lebih dari nyawanya sendiri.
“Chagiya, baby menendang terus dari tadi, apa kau tidak merasa sakit?” tanya Jiyong seraya menatap wajah Chaerin.
“Hm, itu sakit. Tapi tidak terlalu, aku masih bisa menahannya.” Balas Chaerin pada Jiyong. Chaerin masih terus mengusap lembut surai hitam suaminya itu.
“Sayang, aku mau mengatakan sesuatu.” Jiyong bangkit dari posisinya dan duduk menghadap Chaerin.
“Mengatakan apa?”
Jiyong menarik tubuh Chaerin kedalam pelukan hangatnya.
“Aku mau pergi keluar kota lagi, tidak apa-apa kan? Aku tahu seharusnya aku tetap bersamamu mengingat hanya dengan hitungan hari bayi kita akan lahir. Tapi aku janji akan segera pulang. Aku akan pulang sebelum bayi kita lahir.” Jiyong menenggelamkan kepala Chaerin didadanya seakan ingin membuat Chaerin percaya dengan apa yang diucapkannya.
Chaerin hanya bisa menatap dengan pandangan kosong. Apa lagi yang ingin dilakukan suaminya diluar sana? Kenapa dia masih ingin pergi padahal bayi mereka sebentar lagi akan lahir dan Chaerin ingin Jiyong menemaninya saat melahirkan nanti.
“Untuk urusan pekerjaan?” hanya itu yang mampu keluar dari bibir Chaerin.
“Iya, sayang. Aku pergi untuk urusan pekerjaan tentu saja.”
“Kenapa harus kau yang pergi? Kenapa tidak suruh orang lain saja yang mengurus pekerjaan itu?” tanya Chaerin beruntun.
“Tidak bisa, sayang. Ini proyek penting dan harus aku sendiri yang menanganinya.” Jiyong masih berusaha membujuk Chaerin agar membiarkannya pergi.
“Hm, ya sudah. Pergilah kalau begitu.” Chaerin hanya bisa pasrah membiarkan suaminya pergi. Kalaupun Chaerin mengatakan dia tidak mengijinkan Jiyong pergi, Jiyong pasti akan terus membujuknya.
“Gomawo, Chagiya. Janji aku akan cepat pulang. Aku mencintaimu.” Jiyong mengecup puncak kepala Chaeirn dan mengeratkan pelukannya ditubuh istrinya itu.
*
*
*
-3 days later-
“Young Woon sudah memberi info tentang Jiyong padamu?” Dara membuka lemari es didapur dan menggeledah isinya, Chaerin hanya memperhatikan sepupunya itu dan tidak mencegah apa yang dilakukan Dara. Percuma saja dicegah, nantinya dia akan mengeluarkan aegyo dan puppy eyesnya dan membuat hati Cherin luluh dan membiarkan Dara kembali menggeledah isi lemari es nya.
Seperti biasanya, saat Jiyong pergi keluar kota Dara akan datang untuk menemani Chaerin. Kebetulan dia juga sendiri dirumah karna suaminya yang pergi bekerja meninggalkannya sendiri dirumah, jadi apa salahnya jika dia setiap hari menemani Chaerin saat Jiyong tidak ada.
“Sudah. Dia bilang Jiyong sedang ada di Jeju sekarang. Tapi bukan untuk urusan pekerjaan.”
“Lalu?”
“Entahlah, Young Woon belum memberikan kabar lagi padaku. Tapi sepertinya dia bersama seorang wanita disana.”
“Apa dia yakin Jiyong bersama seorang wanita disana?”
“Eum… Young Woon pernah sekali melihat Jiyong pergi ke café bersama seorang wanita.”
“Mungkin itu temannya, Chaerin-ah~”
“Apa dia harus memeluk dan mencium temannya itu dengan mesra?” Chaerin mencapakkan foto yang dikirim Young Woon padanya di atas meja makan agar Dara bisa melihatnya. Di foto itu terlihat jelas Jiyong sedang memeluk dan mencium mesra seorang wanita, entah siapa wanita itu Chaerin tidak tahu. Darah Chaerin mendidih ketika melihat foto itu. Ternyata benar, suaminya telah tega membohonginya. Tega mengkhianati kepercayaannya, bahkan telah tega menodai cinta mereka.
“Astaga… aku tidak menyangka jika Jiyong seperti ini.” Dara menutup mulutnya tak percaya ketika melihat foto itu.
“Wajah polos pria itu berhasil menipumu dengan sempurna, Eonni~” Chaerin berkata dengan nada yang sangat dingin. Begitu dingin seperti bisa membekukan Dara seketika.
“Ternyata yang kufikirkan selama ini benar, dia punya wanita lain diluar sana. Sifat playboy nya ternyata belum hilang. Bahkan saat dia sudah menikah dan akan mempunyai seorang anak dia masih tidak bisa menghilangkan sifat playboy nya itu.” Sambung Chaerin.
“Bersabarlah, Chaerin-ah.” Dara mengusap pundak Chaerin. Kini Chaerin tidak menangis seperti sebelumnya saat tahu Jiyong membohonginya, hatinya sudah sekeras batu sekarang ini.
“Nyonya, ada kiriman dari tuan Kim Young Woon untuk anda.” Kang Ahjumma-pembantu dirumah Chaerin-menghampiri Chaerin dan menyerahkan amplop coklat pada Chaerin. Akhirnya Young Woon memberi kabar lagi padanya.
“Kamsahamnida, Kang ahjumma.” Chaerin mengambil amplop coklat tersebut, membukanya dan mengambil isinya.
Mata Chaerin membulat melihat isi amplop tersebut. Tangan Chaerin lemas seketika, pandangannya kosong, dia menjatuhkan foto yang dikirim Young Woon ke atas meja makan. Dia tidak percaya dengan apa yang terlihat difoto itu. Chaerin memijit pelan keningnya, kepalanya terasa berdenyut. Bagaimana bisa ini terjadi? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi, Oppa? Kenapa kau melakukan ini? Apa kesalahanku hingga kau menyakiti dan melukaiku begitu dalam seperti ini. Chaerin menjerit dalam hati. Setetes air bening keluar dari matanya dan jatuh tepat dipipinya.
“Apa isinya?” Dara mengambil foto itu dan sama seperti Chaerin dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Difoto itu terlihat seorang pria yang memakai vest berwarana putih dan jas dengan warna senada. Disebelahnya ada seorang wanita memakai gaun pernikahan berwarna putih pula. Pria dan wanita yang ada difoto itu tersenyum begitu bahagia karna hari dimana foto itu diambil adalah hari pernikahan mereka. Ya, itu adalah foto pernikahan Jiyong!
To be continued...
*
*
*
Title: You've Hurt Me
Genre: Romance, Family
Length: Chaptered
Cast: 2NE1's CL, Bigbang's G-Dragon, Super Junior's Donghae
Support Cast: 2NE1's Dara, Bigbang's Taeyang
*
*
*
Seorang pria berjalan memasuki sebuah rumah mewah sambil menyeret koper ditangan. Langkahnya seperti tergesa-gesa memasuki rumah itu.
Langkah demi langkah Jiyong terus menyusuri rumahnya. Jiyong membuka pintu semua ruangan dirumahnya, namun yang dicarinya tak kunjung dia dapatkan.
Tapi betapa bodohnya dia ketika dia melewatkan sebuah ruangan dengan kemungkinan terbesar bahwa apa yang dicarinya ada didalam sana.
Jiyong buru-buru naik ke lantai dua rumahnya untuk melihat apakah yang dicarinya ada disebuah ruangan yang menjadi privasinya itu. Jiyong memutar knop pintu segera setelah dia sampai didepan kamar, dan tentu saja kamar Chaerin juga. Dia mendorong pintu itu secara perlahan agar seseorang yang ada didalam sana tidak mengetahui keberadaannya.
Jiyong berjalan mengendap-endap seperti seoarang pencuri yang tidak ingin ketahuan oleh sang tuan rumah. Dan benar saja Chaerin-si tuan rumah-tidak mengetahui jika Jiyong sudah ada dikamar itu dan sedang mengedap-endap kearahnya. Chaerin yang masih sibuk dengan kegiatannya memilah baju tetap melanjutkan kegiatannya tanpa merasa curiga jika didalam kamarnya sudah ada ‘orang asing’ yang masuk.
Saat Chaerin berjinjit untuk menggapai pakaian yang letaknya cukup tinggi segera saja Jiyong melingkarkan tangannya keperut Chaerin. Jiyong menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher Chaerin. Posisi seperti ini adalah posisi favorite nya.
“Eh?” Chaerin menoleh kearah samping untuk melihat siapa yang sedang memeluknya kini. Walaupun kita tau bahwa tidak akan ada yang bisa memeluknya seperti ini kecuali Jiyong.
“Emh… Sayang, kau harum sekali.” Jiyong menikmati wangi rose yang menguar dari tubuh Chaerin.
“Kau sudah pulang, Oppa?” pertanyaan bodoh tentu saja.
“Aku ada disini, tentu saja aku sudah pulang, Chagiya. Kenapa kau wangi sekali, hm?” Jiyong makin menenggelamkan wajahnya dileher Chaerin.
“Tentu saja wangi, aku kan baru selesai mandi.” Jiyong mengeratkan pelukannya diperut Chaerin.
“Sayang, bagaimana keadaanmu, hm? Apa kau nakal selama Appa tidak ada?” Jiyong mengusap perut Chaerin dan Jiyong mengeratkan pelukannya diperut Chaerin.
“Ah Oppa kau jangan terlalu kencang memelukku, perutku terasa sakit jika seperti itu. Apa kau ingin menyakiti anakmu, huh?” Teriak Chaerin yang protes dengan tindakan Jiyong.
“Aish sudahlah, Oppa. Berhenti memelukku, aku mau pakai baju.” Ucap Chaerin agak ketus.
“Hm.” Jiyong hanya bergumam dan melepaskan pelukkannya. Dan asal tahu saja, Jiyong memanyunkan bibinya seperti anak kecil.
Chaerin segera masuk ke kamar mandi untuk memakai baju yang sudah dipilihnya.
“Sayang kenapa pakai didalam? Biasanya kau tidak akan pakai baju dikamar mandi walaupun ada aku dikamar ini.” Teriak Jiyong dari balik pintu kamar mandi.
“Jika itu ‘biasanya’, tapi kali ini ‘luar biasa’.” Balas Chaerin cuek dan tentu saja sambil berteriak.
Huh! Ada apa dengan yeoja itu? Tanya Jiyong dalam hati yang merasa heran dengan tingkah istrinya.
*
*
*
Chaerin dengan perlahan menuruni anak tangga, tidak mau ia kehilangan keseimbangan dan berakhir mengenaskan di bawah sana. Tangan kanannya memenggang pembatas tangga itu dan tangan kirinya mengusap-usap perutnya. Makhluk di dalam perutnya berulah lagi, menendang-nendang dinding rahim Umma nya seenaknya dan membuat Umma nya harus kesakitan.
Chaerin kini telah sampai di anak tangga yang terakhir dengan selamat. Makhluk didalam tubuhnya masih saja menendang dengan brutal seperti menginginkan sesuatu dari Umma nya itu.
“Aish.. Baby, kau kenapa?” Ujar Chaerin resah karna sang bayi terus saja menendang perutnya. Chaerin dengan perlahan mendudukkan tubuhnya di sofa di ruang tamu rumahnya. Dia mengabaikan atau lebih tepatnya tidak terlalu memperhatikan Jiyong yang sedari tadi memandangnya dari dapur mereka.
Jiyong langsung menghampiri istrinya dan duduk disamping Chaerin lalu mengusap lembut pucuk kepala istrinya dan menciumnya.
“Ada apa denganmu, Sayang? Kau terlihat kesakitan.” Tanya Jiyong cemas pada Chaerin.
“Hm, sakit sekali. Anakmu tidak berhenti menendang dari tadi.” Keluh Chaerin pada Jiyong dan mengusap lembut perutnya berharap anaknya bisa tenang dan tidak menendang lagi.
“Mwo? Apa bayi kita nakal, hm?” Ujar Jiyong dan ikut mengelus perut Chaerin dengan lembut. Jiyong bisa merasakan anaknya bergerak dengan aktif didalam perut ibunya.
“Wah! Chagiya, dia aktif sekali.” Ucap Jiyong yang begitu senang anaknya bergerak dengan aktif yang menandakan jika anaknya sehat-sehat saja didalam.
“Eoh… tapi itu membuatku merasa sakit.”
Jiyong menempelkan telinganya keperut Chaerin dan mulai berbicara dengan anaknya. Chaerin pun mulai mengusap surai hitam milik suaminya dengan sangat lembut.
“Aigoo~ Baby, jangan sakiti Umma ya. Appa tau kau anak pintar jadi kau akan menuruti kata-kata Appa, bukan begitu?”
Perlahan gerakan didalam perut Chaerin berhenti dan membuat Chaerin merasa lebih baik. Benar, anak Jiyong yang pintar menuruti apa yang dikatakan Appa-nya.
“Anak pintar.” Puji Jiyong saraya mengusap pelan perut Chaerin lalu menciumnya. Jiyong bangkit dan menatap Chaerin yang juga sedang menatapnya. Jiyong menatap Chaerin dengan senyuman yang bisa membuat wanita meleleh seketika jika melihatnya.
“Dia sudah tenang, kan?” ucap Jiyong pada Chaerin masih dengan senyum manisnya.
“Hm, ternyata dia merindukan ayahnya dan memberontak dari tadi meminta agar dia mendengar suara ayahnya.” Ujar Chaerin dengan senyum yang sulit di artikan.
“Maaf ya sayang, aku sering meninggalkanmu sendirian.” Ucap Jiyong tulus lalu merengkuh tubuh istrinya kedalam pelukan hangatnya.
“Oppa, aku ingin bertanya sesuatu.” Ujar Chaerin tiba-tiba.
“Hm, tanyalah~” jawab Jiyong.
“Apa kau benar-benar pergi untuk urusan pekerjaan?”
Jiyong melepas pelukannya dan menatap Chaerin lembut. Jiyong menatap tepat di mata Chaerin.
“Tentu saja aku pergi untuk urusan pekerjaan, sayang. aku tidak akan tega meninggalkanmu jika tidak untuk urusan pekerjaan.” Ujar Jiyong yang masih menatap mata Chaerin lalu mengecup bibir Chaerin singkat.
“Tapi kenapa sesering ini?” tanya Chaerin lagi.
“Pekerjaanku banyak sekali, sayang. Mengertilah ya~” ucap Jiyong tersenyum lembut dan lagi-lagi mengecup bibir istrinya.
“Hm..” Chaerin hanya bisa bergumam menanggapi ucapan Jiyong.
Kenapa kau membohongiku, Oppa? Ucap Chaerin dalam hati.
*
*
*
“Eonni-ya, sepertinya aku harus benar-benar menyewa seorang detektif untuk mengetahiu apa yang di lakukan Jiyong Oppa dibelakangku.” Ujar Chaerin pada Dara yang sedang berkunjung kerumahnya.
Saat ini Jiyong sedang ada dikantornya dan membuat Chaerin harus sendirian lagi. “Yah, jika itu keputusanmu maka lakukanlah.”
“Temani aku menemuinya ya, aku sudah membuat janji dengannya siang ini.” pinta Chaerin pada Dara.
“Baiklah,” Ucap Dara tersenyum manis.
*
*
*
“Annyeonghaseyeo, Ny. Kwon. Kim Young Woon imnida.” Ucap seorang pria berperawakan lumayan tinggi dan cukup tampan. Dia sedikit membungkuk lalu mengukurkan tangan pada Chaerin.
“Annyeonghaseyeo, Chaerin imnida.” Ujar Chaerin membalas uluran tangan Young Woon. Setelah berjabat tangan dengan Chaerin, Young Woon juga berjabat tangan dengan Dara.
Mereka bertiga pun duduk dan memulai berdiskusi.
“Bagini.. Aku ingin kau menyelidiki apa yang dilakukan suamiku dibelakangku.” Chaerin memulai pembicaraan.
“Maksud anda Saya harus memata-matai suami anda begitu?” tanya Young Woon pada Chaerin.
“Ne, begitulah.” Jawab Chaerin.
“Ini foto suamiku dan beberapa data tentangnya, kau harus mengikuti kemana pun dia pergi dan jika ada yang mencurigakan kau harus segera memberitahu-ku.” Lanjut Chaerin lagi dan memberikan foto Jiyong dan sebuah ampolop berwarna coklat pada Young Woon.
“Tenang saja Ny. Kwon, aku akan mengikuti kemanapun suami anda pergi dan aku jamin dia tidak akan tahu tentang ini. Aku juga akan memberikan bukti dalam bentuk foto.”
“Baiklah, kami harus pergi sekarang. Ayo, Eonni.” Ujar Chaerin dan segera berdiri sedikit membungkuk kearah Young Woon dan berlalu pergi bersama Dara.
To be continued...
*
*
*
Title: You've Hurt Me
Genre: Romance, Family
Length: Chaptered
Cast: 2NE1's CL, Bigbang's G-Dragon, Super Junior's Donghae
Support Cast: 2NE1's Dara, Bigbang's Taeyang
*
*
*
Suara bel disalah satu apartemen menggema keseluruh. Si empunya rumah langsung saja berlari menuju pintu dan segera membuka pintu apartemennya.
“Akhirnya kau datang juga.” Ucap seorang wanita pada Jiyong seraya tersenyum senang.
“Apa kau pikir aku tidak akan datang, hm?” ujar Jiyong lalu mengecup bibir wanita itu mesra.
“Eoh... Kau lama sekali jadi aku fikir kau tidak akan datang karna tidak diizinkan pergi oleh istrimu itu.”
“Dia wanita yang pengertian, dia akan selalu mengizinkanku pergi jika itu menyangkut pekerjaan.”
“Tapi kali ini kau bukan pergi untuk urusan pekerjaan, kan?” ujar si perempuan sambil mengedipkan sebelah matanya pada Jiyong.
“Aku pergi untuk urusan pribadi kita.” Jiyong melingkarkan tangannya dipinggang ramping Jiyeon dan tersenyum manis pada perempuan itu.
“Sudahlah, ayo kita masuk.” Sebelah tangan Jiyong melingkar di pinggang ramping Jiyeon dan tangan yang satunya menyeret koper besarnya masuk kedalam apartment.
*
*
*
“Oppa~” panggil Jiyeon pada Jiyong yang sedang memeluknya mesra.
Sekarang mereka berada di ruang tamu apartment Jiyeon dengan posisi sebelah tangan Jiyong memeluk bahu Jiyeon dan Jiyeon memeluk pinggang pria disampingnya dengan manja.
“Ya, sayang?” Sahut Jiyong.
“Aku tidak sabar untuk menjadi istrimu.” Ucap Jiyeon tulus dan tersenyum bahagia.
“Bersabarlah sayang, pernikahan kita hanya tinggal sebulan lagi. Aku juga tidak sabar untuk menjadi suamimu.” Balas Jiyong.
Ya, mereka akan menikah sebulan lagi. Dan Chaerin? Tentu saja Chaerin tidak tahu menahu tentang kelakuan suaminya dibelakangnya.
Jiyeon. Kang Jiyeon, adalah mantan kekasih Jiyong. Jiyeon sangat mencintainya, namun cinta Jiyeon dinodai oleh Jiyong yang berselingkuh dibelakang kekasihnya. Tentu saja wanita yang menjadi selingkuhan Jiyong saat itu bukan Chaerin. Jiyong mengenal Chaerin jauh setelah dia berpisah dengan Jiyeon. Mengetahiu Jiyong berselingkuh dibelakangnya, Jiyeon pun meninggalkan Jiyong dengan segala sakit hati yang membekas.
Setelah Jiyeon meninggalkannya, Jiyong berubah menjadi laki-laki playboy. Dan pada akhirnya bertemu Chaerin. Yeoja yang mampu merubah sifat playboy Jiyong. Karna tidak ingin Chaerin diambil pria lain, Jiyong pun menikahi Chaerin. Apa Jiyong mencintai Chaerin dengan tulus? Tentu saja Jiyong sangat mencintai istrinya. Chaerin adalah wanita yang paling Jiyong cintai.
Tiga tahun lamanya Jiyong tidak mendengar kabar Jiyeon. Jiyeon hilang bak ditelan bumi. Bersama Chaerin Jiyong hampir melupakan perasaannya pada Jiyeon yang sebernarnya masih tersisa. Hingga 5 bulan yang lalu Jiyong bertemu dengan Jiyeon disebuah café saat ingin bertemu dengan client nya.
Jiyeon pun ternyata masih sangat mencintai Jiyong. Dan dari situlah hubungan mereka berlanjut sampai sekarang. Jiyeon tidak perduli dengan Jiyong yang sudah memiliki istri. Yang penting dia bisa memiliki Jiyong-pria yang sangat dicintainya-seutuhnya. Salama Chaerin tidak tahu entang hubungan mereka, semuanya akan aman-aman saja pikirnya.
*
*
*
“Eonni, entah mengapa belakangan ini aku merasa curiga pada Jiyong Oppa.” Ucap Chaerin pada Dara-sepupunya-lalu menarik nafas panjang. Selama Jiyong diluar kota, setiap hari Dara datang kerumah Chaerin untuk menemaninya. Dan setiap hari suami Dara-Yong Bae-selalu menjemput Dara pada sore harinya. Dara juga selalu menjadi tempat Chaerin menumpahkan keluh kesahnya seperti saat ini.
“Curiga bagaimana, Chaerin-ah?” tanya Dara heran dengan penuturan Chaerin barusan.
“Entahlah, aku merasa dia pergi keluar kota bukan untuk urusan pekerjaan.” Ucap Chaerin lagi dengan nada sedih.
“Wae? Kenapa seperti itu?” ujar Dara yang mulai berminat dengan percakapan mereka ini.
“Dia terlalu sering pergi keluar kota belakangan ini. Dia bilang untuk urusan pekerjaannya.”
“Mungkin dia memang benar pergi untuk urusan pekerjannya, Chaerin-ah.” Ucap Dara menenangkan Chaerin.
“Apa sampai sesering ini? Dia pergi selama seminggu atau dua minggu dan hanya dirumah selama tiga hari.” Ucap Chaerin sedih. Wanita mana yang tidak sedih jika suaminya hanya pulang selama tiga hari, dan selebihnya sang istri tidak tau sang suami ada dimana.
“Jika kau tidak percaya dia pergi untuk urusan pekerjaannya, coba saja kau telepon ke kantornya untuk memastikan dia benar-benar pergi untuk kerja atau tidak.”
“Ah kau benar Eonni.” Segera saja Chaerin mengambil ponselnya dan menelepon ke kantor suaminya.
“Yeoboseo..” Ujar Chaerin pada orang di seberang sana saat telfonnya sudah tersambung.
“Yeoboseo, Kwon Corporation. Dengan siapa ini?” sahut wanita disebrang sana.
“Ini Chaerin,” ucap Chaerin. Dia tidak perlu manjelaskan siapa dirinya karna semua orang di Kwon Corp. sudah tau padanya mengingat perusahaan itu milik keluarga suaminya.
“Apa Jiyong sedang ada pekerjaan di luar kota?” tanya Chaerin.
“Anniyeo, nona Lee. Tuan Kwon sedang tidak bertugas keluar kota. Tuan Kwon malah sedang cuti sekarang.” Ucap wanita yang merupakan sekertaris Jiyong itu.
“Mwo? Ah ne, kamsahamnida.” Chaerin langsung mematikan telfon begitu saja.
“Ternyata benar, Eonni. Jiyong Oppa bukan pergi untuk urusan pekerjaan.” Ujar Chaerin dengan nada lemas pada Dara yang sedang meminum jus nya di samping Chaerin.
“Mwoya?” ucap Dara terbelalak, dia hampir saja tersedak minumannya sendiri saat mendengar penuturan Chaerin.
“Ne, dia pergi bukan untuk urusan pekerjaan. Malah dia sedang mengambil cuti sekarang. Eottokhae?” ucap Chaerin lalu menangis. Tidak menyangka suaminya tega membohonginya seperti ini padahal dia sangat mempercayai suaminya, selalu percaya. Entah apa yang harus dilakukannya sekarang.
“Aigoo.. dia tega sekali membohongimu.” Ujar Dara lalu mendekati Chaerin dan memeluknya agar perasaan Chaerin lebih tenang.
“Hiks... dia tega sekali.” Chaerin menangis sesenggukan di pelukan Dara. Dara pun mengusap-usap punggung Chaerin untuk menenangkannya.
“Sudahlah, tenangkan dirimu dulu.” ujar Dara menenangkan Chaerin.
“Begini saja, bagaimana jika kau menyewa seorang detektif untuk mengetahui apa yang dilakukan Jiyong dibelakang kita, eotte?”
“Tapi aku takut jika dia benar-benar berselingkuh dibelakangku.” Ucap Chaerin sedih.
“Aku yakin dia tidak akan seperti itu, dia sangat mencintaimu, Chaerin-ah.”
Tiba-tiba ponsel Chaerin berbunyi. Chaerin pun segera mengambil ponselnya.
“Jiyong” ujar Chaerin pelan pada Dara.
“Angkat saja.” Sahut Dara. Chaerin pun mengikuti perintah Dara.
“Yeoboseo~” sapa Chaerin berusaha merubah nada suaranya agar terdengar biasa saja hingga Jiyong tidak tau jika dia habis menangis.
“Yeoboseo, Chagiya. Hey, suaramu terdengar berbeda, kau kenapa?” Benar saja, walaupun Chaerin sudah berusaha agar biasa saja namun Jiyong tetap bisa tahu jika ada sesuatu yang berbeda pada diri Chaerin, walaupun itu hanya suaranya.
“Aniya, aku tidak apa-apa.” Ada dimana kau sekarang, Oppa? Resah Chaerin dalam hatinya. Walaupun begitu Chaerin hanya mampu berkata jika dia baik-baik saja.
“Apa kau sakit, Sayang?” tanya Jiyong lagi masih penasaran ada apa dengan istrinya itu.
“Anni, aku tidak sakit. Aku baik-baik saja.”
“Ah arraseo. Bagaimana keadaanmu?”
“Aku baik.” Ucap Chaerin singkat, dia sudah terlanjur kecewa dengan suaminya karna telah tega membohonginya.
“Bagaimana dengan malaikat kecil kita? Dia juga baik kan? Apa dia merindukan Appa-nya” tanya Jiyong yang selalu antusias jika menyangkut tentang anaknya.
“Dia juga baik-baik saja.” Ucap chaerin menanggapi pertanyaan Jiyong seraya mengusap perutnya lembut. Dan tentu saja Jiyong tidak tahu jika sekarang Chaerin sedang memasang wajah sedih. “Hm... mungkin dia merindukan Appa-nya, dia menendang perutku terus dari tadi.” Sambung Chaerin.
“Hah.. Aku merindukanmu, Chagiya.” Ujar Jiyong tulus seraya membuang nafas panjang.
Mata Chaerin mulai berair lagi hendak mengeluarkan air bening dari mata kucingnya. Apa benar kau merindukanku, Oppa?
“Katakan pada malaikat kecilku jika ayahnya sangat merindukannya, okay?.” sambung Jiyong.
“Hm.” Gumam Chaerin membalas kata-kata Jiyong.
“Aku akan segera pulang, tunggulah ya.”
“Hm.” Lagi-lagi Chaerin hanya bergumam.
“Saranghae, Chagiya. Jeongmal saranghae.”
“Ya.” ucap Chaerin dan langsung mematikan ponselnya.
“Dia bilang apa, Chaerin-ah?” tanya Dara begitu Chaerin selesai menelfon Jiyong.
“Dia bertanya tentang keadaanku dan anaknya.”
“Lalu?” tanya Dara lagi.
“Dia bilang dia merindukanku dan akan segera pulang. Dia menyuruhku untuk menunggunya pulang.”
“Tentu saja aku akan menunggunya, memangnya apa lagi yang bisa kulakukan disini selain menuggunya?” Sambung Chaerin dengan nada sedikit kesal.
“Tapi Eonni…” perkataan Chaerin terputus.
“Hmm?”
“Apa benar dia merindukanku?” tanya Chaerin pada Dara dengan pandangan menerawang.
“Tentu saja dia merindukanmu Chaerin-ah, kau itu istrinya.” Jawab Dara.
“Tapi aku ragu.” Ucap Chaerin lalu menghela nafas panjang.
“Percayalah padanya. Dia pasti tidak akan mengkhianatimu.” Ucap Dara yang untuk kesekian kalinya menenangkan Chaerin. Tangannya mengusap lembut lengan Chaerin.
“Hm.”
“Sungguh bahagia memiliki suami seperti suamimu, Eonni. Dia sangat menyayangi dan mencintaimu dan calon anaknya ini.” Kata Chaerin dan mengusap lembut perut Dara. Ya, sama sepertinya, Dara juga sedang hamil, namun usia kehamilan Dara lebih muda dari kehamilan Chaerin.
“Dia tidak akan seperti suamiku yang pergi entah kemana dan entah untuk tujuan apa. Dia pasti akan setia.” Sambung Chaerin lagi masih dengan pandangan menerawang.
“Hush.. Bicara apa kau ini? Bagaimana jika Jiyong tidak melakukan seperti apa yang kau pikirkan?”
“Hah.. entahlah Eonni, aku pusing.” Ucap Chaerin dan menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa dan memijat-mijat keningnya.
To be continued...
*
*
*
Title: You've Hurt Me
Genre: Romance, Family
Length: Chaptered
Cast: 2NE1's CL, Bigbang's G-Dragon, Super Junior's Donghae
Support Cast: 2NE1's Dara, Bigbang's Taeyang
*
*
*
“Emh..” lenguhan nyaman dan manja seorang pria, atau lebih tepatnya seorang suami. Tangannya melingkar di perut istrinya yang sedang memasak makan malam mereka. Ia menyamankan posisinya dengan menaruh dagunya di pundak sang istri dan mencium ceruk leher istrinya cukup lama. Sesekali ia mengusap perut istrinya, merasakan adanya kehidupan di dalam sana. Bayi mereka.
“Oppa jangan seperti ini, aku sedang memasak makan malam kita. Aku sulit bergerak jika kau memelukku begini,” Ujar sang istri berharap agar suaminya melepaskan lingkaran tangannya dan ia bisa memasak dengan tenang.
“Shirreo.” Ucap pria itu seolah menegaskan jika dia tidak mau jauh dari istrinya itu. “Aku ingin berada di dekat istriku, apa tidak boleh?”
“Tentu boleh. Tapi nanti saja okay, aku sedang sibuk sekarang.” Ucap si istri berusaha memberi pengertian pada suaminya yang manja itu.
“Ya sudah kalau begitu.” Ucap Jiyong seraya melepaskan lingkaran tangannya di perut Chaerin dan berjalan kearah meja makan lalu duduk di salah satu kursinya. Sikapnya seperti anak kecil yang sedang merajuk karna tidak dibelikan ice cream oleh ibunya.
Chaerin melirik ke arah suaminya dan tersenyum. Chaerin meletakkan spatula yang dipegangnya dan menghampiri sang suami.
“Aigoo… Suamiku yang tampan ini merajuk, hm?” rayu Chaerin pada Jiyong. Chaerin sedikit membungkuk di depan Jiyong dan mengusap lembut pipi kiri Jiyong.
“Hmm.”
Jiyong hanya bergumam menanggapi pertanyaan Chaerin. Chaerin tersenyum lagi melihat tingkah suaminya ini. Seperti anak kecil, pikirnya. Tapi Chaerin sangat mencintai namja yang seperti anak kecil ini.
“Jangan marah, yeobo.” rayu Chaerin lagi dan mengecup bibir Jiyong sekilas.
Jiyong sudah tidak terkejut lagi dengan perlakuan Chaerin ini, karna sudah pasti ia sering diperlakukan seperti ini oleh Chaerin.
Jiyong tersenyum nakal menatap Chaerin.
“Kenapa menatapku seperti itu, eh?” tanya Chaerin dengan wajah heran.
Jiyong masih saja tersenyum nakal lalu tiba-tiba menarik tengkuk Chaerin dan mencium bibir istrinya itu. Jiyong mencium Chaerin cukup lama hingga Chaerin kehabisan nafas dibuatnya.
“Emh~” desah Chaerin sambil mendorong Jiyong.
Jiyong pun melepaskan panggutan bibirnya di bibir Chaerin.
“Kau..hh.. membuatku kehabisan nafas, Oppa..hh...” Ucap Chaerin dengan nafasnya yang terengah-engah.
“Itu hukuman untukmu, Chagiya.”
“Ternyata menyuruh suami melepaskan pelukannya merupakan sebuah kesalahan dan harus dihukum.”
“Tentu saja.” Jiyong tersenyum puas.
“Dasar Jiyong pervert,” ladek Chaerin sambil menjulurkan lidah kearah Jiyong.
“Kau ini!” baru saja Jiyong ingin menghukum Chaerin lagi, namun niatnya terhenti karna mencium bau terbakar dari dapur mereka.
“Chagiya, apa kau mencium bau gosong?” tanya nya sambil mengendus bau itu lagi.
“Eoh... Bau apa ini?”
Jiyong dan Chaerin sibuk berpikir namun tidak menyadari apa yang telah terjadi di dapur mereka.
“Aigoo, aku lupa!” teriak Chaerin yang teringat dengan makanan yang dimasaknya. Chaerin pun berlari menuju dapur untuk melihat masakannya dan mematikan kompor.
“Ya! Chagiya, jangan berlari seperti itu. Kau sedang hamil, itu berbahaya.” Teriak Jiyong yang melihat istrinya berlari pergi ke dapur mereka.
“Mianhae, Oppa. Aku panik.” Kata Chaerin pada Jiyong yang sudah ada di hadapannya. Chaerin yang sibuk mematikan kompor tidak terlalu memperhatikan suaminya bicara.
“Tapi jangan seperti itu, bagaimana jika terjadi sesuatu padamu dan anak kita?”
“Ya! Kenapa kau jadi over protective seperti ini, Oppa?”
“Aku akan berubah menjadi manusia over protective jika itu menyangkut istri dan anakku.” Ujar jiyong tegas pada Chaerin.
“Ya sudahlah, lupakan.” Kata Chaerin lalu menatap miris pada masakannya yang gosong.
“Bagaimana ini, masakannya gosong?” Ujar Chaerin miris. “Ini gara-gara kau.” Sambung Chaerin dan menunjuk hidung suaminya.
“Kenapa aku?” Ujar Jiyong manja berusaha melarikan diri dari masalah yang di timbulkannya.
“Tidak usah sok manja, masakanku gosong ini semua karnamu.” Ucap Chaerin kesal dan melipat tangannya didepan dada.
“Eoh, arraseo. Kalau begitu kita pesan makanan dari restoran saja.”
“Hmm… itu lebih baik. Aku sudah tidak ingin memasak lagi.” Ujar Chaerin dan beranjak dari dapur menuju keruang tamu.
Chaerin duduk di sofa dan menyalakan tv, mencari channel secara random tanpa berminat menonton tv. Sedangkan Jiyong yang masih ada didapur segera menelepon restoran siap saji dan memesan makanan.
*
*
*
“Oppa~” panggil Chaerin pada Jiyong yang sedang memeluknya.
“Ya, sayang?” sahut Jiyong.
“Apa kau mencintaiku?”
“Apa yang kau tau, Chagiya?” Jiyong balik bertanya pada Chaerin.
“Huh?” gumam Chaerin yang bingung dengan pertanyaan Jiyong.
“Aku tanya, apa yang kau tau? Apa yang kau tau tentang siapa yang aku cintai dan sayangi?”
“Eum… Yang aku tau kau sangat mencintai bayi mu.” Jawab Chaerin santai sambil menyamankan posisinya di pelukan Jiyong.
“Tapi Aku lebih mencintaimu. Andai saja kalian berdua ada dalam bahaya dan hanya bisa memilih salah satu dari kalian untuk diselamatkan, maka aku akan lebih memilihmu untuk tetap hidup.”
“Wae? Kenapa seperti itu? Kan kasihan anakmu, dia tidak sempat melihat dunia yang indah ini. Lagipula kau juga sangat menginginkan anak ini, bukan? Kenapa membiarkan dia pergi? Dan aku sudah puas menikmati dunia ini, lebih baik membiarkannya hidup dan biarkan aku yang pergi.” Ucap Chaerin panjang lebar.
“Karna aku lebih mencintaimu. Soal bayi, kita bisa membuatnya lagi. Tapi aku belum puas memberikanmu seluruh cinta, kasih sayang, dan perhatian. Aku tidak akan membiarkanmu pergi. Tidak akan pernah.”
“Walaupun kau pergi dengan keinginanmu sendiri, aku akan tetap memaksamu agar tetap ada disampingku. Aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi.” Tegas Jiyong pada Chaerin.
“Kau egois.” Cibir Chaerin.
“Ya, kedengarannya memang seperti itu. Tapi itu karna aku mencintaimu. Sangat mencintaimu.” Jiyong mengeratkan pelukannya. “Sudahlah sekarang kita tidur.” Kata Jiyong lagi.
“Hm.” Gumam Chaerin.
Jiyong mengeratkan pelukannya di badan Chaerin, menarik selimut menutupi badan mereka berdua dan segera menyusul istrinya yang sudah terlebih dahulu terlelap.
*
*
*
Matahari bersinar menembus celah jendela kamar Jiyong dan Chaerin. Hanya ada seorang pria di kamar itu, Jiyong. Lalu Chaerin? Tentu saja Chaerin sudah labih dulu bangun daripada suaminya.
Jiyong meraba tempat tidur disampingnya, Tidak ada pikirnya. “Dia pasti sudah bangun.” Ujar Jiyong bicara pada dirinya sendiri.
Jiyong segera bangkit dari tempat tidurnya dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
15 menit waktu yang dibutuhkan Jiyong untuk membersihkan diri. Segera saja ia beranjak ke dapur untuk menghampiri istrinya.
“Kau cantik sekali jika sedang memasak.” Ucap jiyong yang sudah duduk di meja makan dan memperhatikan istrinya yang sedang membuat makanan untuk sarapan mereka.
Jika kalian pikir pipi Chaerin akan memerah mendengar rayuan Jiyong, maka kalian salah besar. Chaerin tidak akan tergoda hanya dengan rayuan seperti itu.
“Gombal.” Gumam Chaerin pelan yang tentu saja tidak didengar suaminya.
Chaerin tetap menunduk memperhatikan masakannya tak ingin kejadian tadi malam terulang lagi. “Tidak hanya saat memasak, setiap saat aku terlihat cantik.” Ujar Chaerin percaya diri.
“Kau ini percaya diri sekali,” ucap Jiyong terkekeh mendengar penuturan istrinya barusan.
“Tentu saja. Jika aku tidak cantik kau tidak akan mau menikahiku kan.” Ucap Chaerin tidak mau kalah.
“Chagiya, aku menikahimu bukan hanya karna kecantikan wajahmu, tapi juga kecantikan hatimu. Aku sangat beruntung bisa mendapatkanmu, menikahimu, dan menjadikanmu ibu dari anak-anakku.” Ucap Jiyong yang sudah ada di belakang Chaerin dan memeluk Chaerin mesra.
“Hmm. Aku percaya padamu.” Ucap Chaerin tersenyum lembut dan menyentuh tangan Jiyong yang melingkar di perutnya.
“Chagiya, besok aku akan pergi keluar kota lagi. Kau tidak apa-apa kan di tinggal sendirian?” tanya Jiyong pada Chaerin, berharap Chaerin yang untuk kesekian kalinya memberikan pengertian dan membolehkannya pergi.
“Tidak apa-apa. Kau sudah terlalu sering meninggalkan aku sendiri, jadi aku sudah terbiasa.” Dan benar saja, Chaerin akan selalu mamaklumi jika suaminya pergi untuk urusan pekerjaannya. Dia melakukan ini demi aku juga kan begitulah yang ada didalam hati Chaerin selama ini. Namun kali ini entah mengapa ada sesuatu yang berbeda, dia seperti tidak percaya jika suaminya pergi untuk urusan pekerjaan.
“Gomawo, Chagiya. Aku sangat mencintaimu.” Ucap jiyong senang sambil menciumi tengkuk istrinya itu.
“Hmm.” hanya itu yang bisa dikatakan Chaerin pada suaminya.
Kenapa Jiyong Oppa sering sekali pergi keluar kota belakangan ini? Kemana saja dia? Apa memang untuk urusan pekerjaan, atau untuk urusan yang lain? Apa dia punya yeoja lain?
Aish! Chaerin, berpikir apa kau ini? Tentu saja suamimu pergi untuk urusan pekerjaan. Dia tidak mungkin punya wanita lain. Seperti yang dikatakannya, dia sangat mencintaimu. Bagaimana bisa kau tidak mempercayai suamimu sendiri?
Chaerin menampik semua pikiran aneh yang menghampirinya dan meyakinkan dirinya jika suaminya hanya mencintainya.
Tapi, bisa saja semua dugaan Chaerin itu benar.
To be continued...
Ff pertama saya yang pernah publish di fanpage Skydragon Fanfiction Indonesia pada tahun 2012/2013, jadi mohon maaf kalau masih ada plot hole dan aneh.
Copyright ©
My Story | Powered by Blogger
Design by Flythemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com